iNFO TV

Video : DPRD Panggil Rektor UNSRI

Kasus dugaan perbuatan asusila yang dialami Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang dilakukan oknum Dosen menyedot perhatian DPRD Sumsel. (foto : Infosumsel)

I Palembang - Kasus dugaan perbuatan asusila yang dialami Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang dilakukan oknum Dosen menyedot perhatian DPRD Sumsel. Karena hal tersebut pihak DPRD Sumsel berencana akan melakukan pemanggilan terhadap pihak rektorat serta mendorong pihak kepolisian untuk menangani kasus tersebut.

Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Susanto Ajis Kamis kemarin, 2 November 2021 mengatakan, rencana pemanggilan pihak rektorat unsri yang awalnya diagendakan pada 3 Desember harus dijadwalkan ulang setelah reses DPRD Sumsel pada 6-13 Desember 2021. Ditundanya pemanggilan pihak Unsri ini juga menyesuaikan jadwal Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati yang berkeinginan hadir dalam agengan pemanggilan pihak Unsri.

Menurutnya, kasus perbuatan asusila di Unsri ini sebagai Perguruan Negeri di Sumsel ini bukanlah masalah sederhana dan harus ditindaklanjuti dan dituntaskan segera. Ditambahkan Susanto, dengan adanya keberanian mahasiswi untuk mengungkap kasus ini, maka pihak berwenang dalam hal ini kepolisian harus menindaklanjutinya secara serius dan DPRD Sumsel akan mendorong hal tersebut.

Sementara Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Saiful Padli membenarkan asanya penundaan pemanggilan pihak Rektorat Unsri tersebut, karena ada kegiatan ketua DPRD Sumsel diluar Palembang. "Ketua DPRD Sumsel dak ada di tempat, sehingga belum jadi," katanya.

Saiful sendiri menegaskan, pihaknya mendorong agar kasus dugaan pelecehan tersebut bisa segera tuntas. Sebab adanya dugaan kasus pelecehan seksual tersebut, bisa mencorengan dunia pendidikan.


Dijelaskan alumni Unsri ini, jelas adanya kejadian itu jika benar akan menjadi catatan bagi rektorat yang ada saat ini dan pihaknya berharap kasusnya segera tuntas.

Kasus dugaan perbuatan asusila yang dialami Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang dilakukan oknum Dosen menyedot perhatian DPRD Sumsel. Karena hal tersebut pihak DPRD Sumsel berencana akan melakukan pemanggilan terhadap pihak rektorat serta mendorong pihak kepolisian untuk menangani kasus tersebut.

Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Susanto Ajis Kamis kemarin, 2 November 2021 mengatakan, rencana pemanggilan pihak rektorat unsri yang awalnya diagendakan pada 3 Desember harus dijadwalkan ulang setelah reses DPRD Sumsel pada 6-13 Desember 2021. Ditundanya pemanggilan pihak Unsri ini juga menyesuaikan jadwal Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati yang berkeinginan hadir dalam agengan pemanggilan pihak Unsri.

Menurutnya, kasus perbuatan asusila di Unsri ini sebagai Perguruan Negeri di Sumsel ini bukanlah masalah sederhana dan harus ditindaklanjuti dan dituntaskan segera. Ditambahkan Susanto, dengan adanya keberanian mahasiswi untuk mengungkap kasus ini, maka pihak berwenang dalam hal ini kepolisian harus menindaklanjutinya secara serius dan DPRD Sumsel akan mendorong hal tersebut.

Sementara Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Saiful Padli membenarkan asanya penundaan pemanggilan pihak Rektorat Unsri tersebut, karena ada kegiatan ketua DPRD Sumsel diluar Palembang. "Ketua DPRD Sumsel dak ada di tempat, sehingga belum jadi," katanya.

Saiful sendiri menegaskan, pihaknya mendorong agar kasus dugaan pelecehan tersebut bisa segera tuntas. Sebab adanya dugaan kasus pelecehan seksual tersebut, bisa mencorengan dunia pendidikan.

Dijelaskan alumni Unsri ini, jelas adanya kejadian itu jika benar akan menjadi catatan bagi rektorat yang ada saat ini dan pihaknya berharap kasusnya segera tuntas.


Video Terkait:
Video : KAHMI Akan Dampingi Korban Pelecehan Mahasiswi Unsri
Editor: Beni Martha Daya