iNFO TV

Video : Ricuh Kasus Pelecehan Universitas Sriwijaya

Pihak Universitas Sriwijaya (Unsri) layangkan surat pemanggilan Dekanat terhadap mahasiswi Unsri inisial F pelapor dugaan perbuatan asusila oleh oknum staf kantor Unsri yang juga namanya sempat dicoret dari daftar Yudisium Fakultas Ekonomi.(foto : infos

I Palembang -  Pihak Universitas Sriwijaya (Unsri) layangkan surat pemanggilan Dekanat terhadap mahasiswi Unsri inisial F pelapor dugaan perbuatan asusila oleh oknum staf kantor Unsri yang juga namanya sempat dicoret dari daftar Yudisium Fakultas Ekonomi. Surat pun tersebar di Media Sosial, isi surat menuai kecaman dari warganet karena isi surat ada intimidasi terhadap mahasiswi tersebut jika tidak hadir maka akan berdampak terhadap kapasitas sebagai mahasiswi Fakultas Ekonomi Unsri.

Dalam potret surat resmi yang dikeluarkan Dekanat Fakultas Ekonomi Unsri itu, berisi pemanggilan terhadap seorang mahasiswi inisial F yang sebelumnya melapor mengaku menjadi korban cabul.

F yang diketahui sempat membuat ricuh pada Yudisium Fakultas Ekonomi Unsri, Jumat 13 November 2021 pagi.

Sementara, isi surat tersebut menyatakan F diminta hadir di ruang rapat program studi Magister Manajemen Unsri, Bukit Besar, Palembang, pada Sabtu 4 Desember 2021, pukul 15.30 Wib, dengan agenda memberikan klarifikasi dan keterangan lain yang diperlukan atas laporan dugaan pelecehan yang dia laporkan.

Dalam surat tersebut F diminta memberikan keterangan di dalam ruang tertutup sendirian. Dan tertulis pula, apabila F tidak memenuhi panggilan tersebut, hak F sebagai mahasiswi seakan terancam.


Surat itu di tanda tangani oleh Dekan Fakultas Ekonomi Unsri, Prof Dr Mohammad Adam. Adam sendiri saat dihubungi sejak kejadian kericuhan pada Yudisium dan beredarnya surat ini hingga viral, tak kunjung memberikan penjelasan.

Wakil Rektor 1 Unsri, Zainuddin mengatakan, pemanggilan tersebut bertujuan untuk mengusut kebenaran atas laporan dugaan pelecehan seksual yang dialami mahasiswi tersebut. Namun dia membantah jika surat pemanggilan tersebut berupa ancaman.

Sebelumnya, BEM KM Universitas Sriwijaya (Unsri) mengatakan salah satu mahasiswi mendadak dicoret dari yudisium Fakultas Ekonomi Unsri hari ini. Mahasiswi itu merupakan salah satu pelapor kasus dugaan pencabulan oleh dosen Unsri.

Mahasiswi itu kemudian diikutsertakan pada yudisium kloter kedua, yang dilaksanakan siang harinya.

 


Video Terkait:
Video : KAHMI Akan Dampingi Korban Pelecehan Mahasiswi Unsri
Editor: Beni Martha Daya