POLITIK

Jokowi Akui Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Kalah dari Malaysia

Presiden Jokowi ( Foto: Istmewa)
Presiden Jokowi ( Foto: Istmewa)

| Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia kalah dari negara-negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Hal itu ia ungkap pada peringatan Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia) 2021.

Jokowi mengatakan IPK Indonesia di 2020 tak masuk 100 besar di antara negara-negara Asia. Sementara tiga negara tetangga Indonesia bercokol di daftar 60 besar.

"Ranking indeks persepsi korupsi kita di 2020 masih perlu kita perbaiki. Singapura ranking ketiga, Brunei ranking 35, ini di Asia dari 180 negara. Malaysia ranking 57, Indonesia masih 102," kata Jokowi dalam peringatan Hakordia 2021 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (9/12).

Jokowi menyampaikan perlu ada kerja keras untuk memperbaiki hal itu. Terlebih lagi, sebuah survei nasional menyebut lebih banyak masyarakat yang menilai pemberantasan korupsi buruk.

Meski demikian, Jokowi mengatakan ada kabar baik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada peningkatan indeks perilaku antikorupsi.


"Indeks perilaku antikorupsi di masyarakat yang naik dan membaik, 2019 di angka 3,7; 2020 3,84; 2021 3,88. Artinya, semakin tahun semakin baik," ujar Jokowi.

Jokowi meminta para aparat penegak hukum tak puas dengan upaya pemberantasan korupsi selama ini. Ia ingin upaya pemberantasan korupsi ditingkatkan, terutama dalam urusan pencegahan dan pemulihan aset.

"Aset recovery dan peningkatan PNBP juga harus diutamakan untuk pemulihan keuangan negara dan mitigasi pencegahan korupsi," tutur Jokowi.

 


Video Terkait:
Amien Rais Minta Aturan Investasi Miras Dicabut
Editor: Intan Sriwidari