LIFESTYLE

Ditipu Adik Ipar Habis-Haisan, Zaskia Masih Bersyukur Karena Ini

Irwansyah-Zaskia ( Foto: Istimewa)
Irwansyah-Zaskia ( Foto: Istimewa)

- Artis Zaskia Sungkar sangat prihatin suaminya Irwansyah ditipu oleh adik iparnya, Hafiz. Meski demikian, ia tetap bersyukur sertifikat rumah tempat tinggalnya tidak digadaikan oleh saudara iparnya, Hafiz Fatur ke bank.

"Alhamdulillah semua sertifikat sudah saya terima," kata Zaskia Sungkar dalam akun YouTube STARPRO Indonesia yang diposting, Kamis (13/1/2022).

"Masalahnya sertifikatnya dipegang oleh Hafiz. Yang ada sertifikatnya semua dengan Hafiz," lanjutnya.

Ia menyayangkan tanah hasil kerja keras Irwansyah juga diam-diam digadaikan oleh Hafiz Fatur ke bank. Padahal suaminya sudah menabung untuk membeli aset tersebut sejak lama.

"Bahkan untuk proyek lain kita all out, Irwan beli tanahnya dari syuting di Malaysia, investasikan bismillah. Beli tanahnya, Hafiz menawarkan untuk mengembangkannya bersama temannya. Nanti lagi-lagi pandemi tidak bisa dibangun," jelas Zaskia Sungkar.


"Tiba-tiba Irwan mengirim saudaranya yang lain ke rumah. Ketika Anda mengambil sebidang untuk Anda. Bangun sendiri tetapi karena saya hanya punya tanah. Ketika saya sampai di sana tidak ada," tambahnya, dikutip dari Suara.Com

Seperti diketahui, Irwansyah menjadi korban pemalsuan surat oleh Hafiz Fatur. Sang adik diam-diam menggunakan sebagian harta Irwansyah sebagai jaminan untuk meminjam uang ke bank.

Irwansyah dan Zaskia Sungkar baru mengetahui aset mereka dijaminkan setelah menerima tagihan dari bank.

Akibat perbuatan Hafiz Fatur, aset senilai miliaran rupiah yang dijadikan agunan terancam disita oleh bank.

Hafiz Fatur sebelumnya dilaporkan Irwansyah ke Polres Jakarta Selatan atas dugaan pemalsuan dokumen. Kemudian, dia juga membawa proses perdata ke pengadilan.

Sementara itu, Hafiz Fatur juga menjadi buronan aparat terkait kasus penipuan. Ia menjadi tersangka kasus penyalahgunaan fasilitas kredit bank briguna BRI. Kapasitas Hafiz Fatur dalam hal ini sebagai direktur PT Halal Berkah Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor: Intan Sriwidari