LIFESTYLE

Berkat Sholat Tahajud Muhammad Al-Fatih Berhasil Menaklukkan Konstantinopel

Sultan Muhammad Al Fatih
Sultan Muhammad Al Fatih

- Untuk meraih kesuksesan dan limpahan rahmat dari Allah SWT, salah satunya dengan melaksanakan shalat tahajud.

Mengapa shalat tahajud, karena shalat yang dilakukan pada sepertiga malam terakhir setelah bangun tidur, mampu menghasilkan pencapaian pahala dan status yang besar dari Allah SWT, ketika shalat tahajud dilakukan.

Dilansir infosumsel.id dari islampos.com, gara-gara shalat tahajud, seorang pemuda yang sangat saleh, berusia 21 tahun, bernama Sultan Muhammad Al Fatih (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481), berhasil menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur.

Sultan Muhammad Al-Fatih adalah seorang sultan Ottoman yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur.

Ia memiliki keahlian di bidang militer, sains, matematika & menguasai 6 bahasa pada usia 21 tahun.


Dalam sejarah, Islam telah menaklukkan benua Eropa melalui kecerdasan dan ketakwaannya.

Kemenangannya dalam menaklukkan Konstantinopel membuat banyak kawan dan lawan terkagum-kagum dengan kepemimpinannya serta taktik dan strategi perangnya yang dikatakan terdepan pada masanya dan juga cara pemilihan pasukannya.

Ia juga mengubah nama Konstantinopel menjadi Islambul (Islam secara keseluruhan).  Kini nama tersebut telah diubah oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul.  Untuk mengenang jasanya, telah dibangun Masjid Al Fatih di samping makamnya.

Keberhasilan ini tidak lepas dari shalat wajib yang tidak pernah ditinggalkannya, salah satunya shalat wajib sejak baligh dan setengahnya tidak pernah meninggalkan shalat tahajud sejak baligh.

Sesungguhnya shalat tahajud merupakan salah satu bentuk ibadah yang mulia sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Isra' ayat 79 di bawah ini: “Dan pada beberapa malam kamu shalat tahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”  (Surat al-Isra': 79)

Sulthan Muhammad Al Fatih adalah satu-satunya yang tidak pernah meninggalkan shalat wajib, tahajud & wali sejak pubertas hingga ajalnya.

Akibatnya, ia telah mencapai kesuksesan dan kesuksesan dalam hidup di usia yang begitu muda.  Dia juga dikenang oleh jutaan orang selama berabad-abad.  Harumnya nama Sultan Al Fatih diperoleh berkat ketakwaan, keberanian, dan keluhuran akhlaknya.

Sebagai seorang jenderal ia memimpin pasukan Islam untuk menaklukkan benteng terkuat kekaisaran Bizantium, Konstantinopel.  Dia mengubah kota ini menjadi kota Istanbul.  Dari sini ia menyebarkan cinta Islam di Eropa.

Apa yang dilakukannya sama seperti yang selalu dilakukan Rasulullah SAW, yang selalu melaksanakan shalat tahajud sepanjang malam dan setiap hari.

Bahkan, apa yang dilakukan Rasulullah SAW yang menjalankan kewajibannya dalam melaksanakan shalat tahajud dalam setiap perjuangannya, juga dilakukan oleh para sahabatnya.

Jika ada yang bertanya, apakah benar Muhammad Al Fatih telah melakukan tindakan besar yang mengubah sejarah peradaban dunia?  Ya, dalam sejarah, ini tidak aneh.  Bukankah sahabat Nabi Muhammad yang bernama Osama juga menjadi panglima perang di usia 18 tahun.

Sedangkan tentaranya adalah Umar bin Khatab, sahabat Nabi Muhammad SAW yang saat itu sudah tua.  Hal ini menunjukkan bagaimana kualitas keimanan dan kekuatan spiritual Usamah menjadi salah satu ukuran yang dipertimbangkan Nabi Muhammad (SAW) ketika menetapkan Osama untuk memimpin ekspedisi militer melawan negara adidaya Roma?

Qiyamul lail, sholat tahajud, inilah senjata utama Muhammad Al Fatih dalam mengarungi kehidupan di dunia fana ini.  Inilah Pedang Malam, yang selalu ia asah dengan ketulusan dan kesungguhan, dijunjung tinggi setiap malam.

Dengan pedang malam ini datang energi yang luar biasa dari pasukan Muhammad Al Fatih.  Sejarah mencatat bahwa Muhammad Al Fatih yang baru berusia 21 tahun berhasil mencapai kesuksesan besar, menerobos benteng Konstantinopel, setelah dikepung selama beberapa bulan, Konstantinopel berhasil ditaklukkan.  

 

 

 

 

 

Editor: Intan Sriwidari