SUMSEL RAYA

Akhir Januari 2020, Destinasi Sungai Sekanak Lambidaro di Launching

Walikota Palembang, Harnojoyo saat memimpin rapat rencana lauching Destinasi Sungai Sekanak Lambidaro. (Foto : Kominfo)
Walikota Palembang, Harnojoyo saat memimpin rapat rencana lauching Destinasi Sungai Sekanak Lambidaro. (Foto : Kominfo)

- Pemerintah Kota Palembang akan melauching Destinasi Sungai Sekanak Lambidaro  dengga menggelar festival sungai selama dua hari yang diagenda pada akhir Januari 2022 mendatang.

“Festival Sungai Sekanak Lambidaro ini akan kita adakan di akhir Januari 2022, atau paling lambat awal Februari. Secara teknis akan ditindak lanjuti masing-masing dinas. Tadi sudah dibagi mulai dinas PUPR, PRKP, kebudayaan, Pol PP, akan bekerja secepatnya,” ungkap walikota Palembang Harnojoyo. Jum’at (14/1/2022).

Dikatakan, Harnojoyo di destinasi sungai sekanak ini tepat di sebelah jalan Radial bakal dijadikan alun-alun pedestrian yang sebelumnya di jalan Jenderal Sudirman akan dipindahkan di kawasan ini.

“Jadi di situ nanti ekonomi akan tumbuh, dan yang paling penting bagi teman-teman kita yang selama ini berada di pendestarian Sudirman, setiap Sabtu malam Minggu nanti akan ada tempat kembali ya di seputar Sekanak Lambidaro,” ungkapnya.

Kata Harno, festival Sungai Sekanak Lambidaro akan diadakan pada sepanjang Sungai Sekanak. Mulai dari jembatan karang hingga ke jembatan Palembang Indah Mall.


Menurutnya, pembangunan pendestarian sungai Sekanak Lambidaro ini didedikasikan untuk masyarakat Palembang. Selain itu ia berharap pejabat di kota Palembang dapat ikut aktif dalam melestarikan sungai Sekanak Lambidaro yang merupakan salah satu anak sungai Musi.

“Kita peruntukan kepada seluruh masyarakat Kota Palembang untuk dinikmati. Ini akan terus kita benahi, sehingga cita cita kita ‘Venesia Dari Timur’ dapat terwujud,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BBWSS wilayah VIII Maryadi menjelaskan, pembukaan festival Sungai Sekanak Lambidaro akan dimulai dengan pejabat Forkompinda di Palembang, turun ke sungai menabur benih ikan dan mengumpulkan sampah sampah yang mengapung di sungai.

“Kita ingin mencontohkan kepada masyarakat bahwa  yang kami lakukan ini adalah penanganan non struktural. Jadi mencontohkan, para pejabat forkopimda nanti turun di sungai terus mengambil sampah-sampah. Lalu menebar benih ikan. Kemudian ke atas naik kita menanam pohon,” ungkapnya.

Selain itu, dalam festival yang diadakan selama dua hari ini, akan dimeriahkan dengan acara kesenian-kesenian tradisional. Bahkan akan diadakan fashion show di atas air menggunakan perahu hias.

“Ada pameran kerajinan, pameran kuliner dari UMKM. Dan juga ada namanya fashion show di sungai, nanti para bujang gadis dari delapan belas kecamatan itu akan fashion show di atas sungai menggunakan perahu hias,” ungkapnya.

Editor: Beni Martha Daya