SUMSEL RAYA

Janji Tinggalah Janji, Kapling PGRI Mekar Jaya Banjir Lagi

Salah satu Rumah Warga Yang Terendam Banjir Akibat Curah Hujan Yang Tinggi. (foto : lian/infosumsel)
Salah satu Rumah Warga Yang Terendam Banjir Akibat Curah Hujan Yang Tinggi. (foto : lian/infosumsel)

- Curah hujan yang tinggi mengakibatkan terjadinya banjir di kawasan Kapling PGRI, tepatnya di Mekar Jaya Kelurahan Pagar Alam Kecamatan Pagar Alam Utara Kota Pagar Alam, di kawasan ini terdapat beberapa rumah warga terendam banjir, Jum'at (14/1).

Pantauan dilapangan, beberapa rumah warga diseputaran Kaplingan PGRI, Kampung Mekar Jaya terendam banjir hingga selutut orang dewasa. Hal ini diduga karena saluran drainase di kawasan tersebut tidak dapat menampung tingginya debit air. Sehingga luapan air tersebut masuk kerumah warga dengan cepat. 

Dengan kejadian ini, salah seorang warga di wilayah kaplingan PGRI Lendo (39) mengeluhkan banjir ini kembali terjadi, pasalnya beberapa bulan yang lalu saat banjir terjadi di wilayah ini tepatnya pada 31 mei 2021 lalu, Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam sempat berjanji akan memberikan solusi agar kawasan ini tidak kebanjiran saat turun hujan deras. 

"Dulu ada pernyataan pak Sekda, dengan berbagai alasan banjir dapat terjadi dan juga berjanji akan menormalisasi saluran irigasi atau drainase dari arah Mekar Alam menuju mekar Jaya belakang PU, tapi nyatanya hal ini masih terjadi, ini puncak musim hujan banjir seperti inilah yang kita takutkan, " keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan Koko warga RT 19 Mekar Jaya, ia mengatakan beberapa rumah dilingkungannya ikut terendam banjir, hal ini karena saluran drainase tidak dapat menampung debit air.


"Tempat mas adul mas, tempat mas yunus kena banjir dibagian dapur, terus rumah kami banjir dibagian depan, kemudian yang dekat dengan saluran air itu terendam sekitar 1 meter, " ungkapnya. 

Berikut petikan pernyataan Sekda Kota Pagar Alam Drs Samsul Bahri Burlian saat banjir terjadi di wilayah ini pada 31 mei 2021 yang lalu, "kedepan untuk mengurangi banjir tersebut dengan cara melakukan normalisasi aliran sungai di sepanjang DAS. Aliran air yang kecil akan diperbesar. Irigasi dari Mekar Alam menuju belakang PU akan dibangun irigasi permanen dengan pembagian air yang memadai"

"Bila air tersebut diperlukan maka dapat dilakukan pembendungan namun bila debit air tinggi maka pintu air tersebut dibuka. Selain itu, akan dibuat pemindahan saluran air dibagian hulu. Sebelum air tiba di Jagalan dan belakang PU, bila permukaan air melebihi kapasitas akan mengalir ke saluran yang diarahkan ke Air Betung. Sehingga volume air yang akan mengalir kebahagian hilir akan berkurang".

“Namun upaya ini harus didukung oleh segenap lapisan masyarakat dengan cara tidak memperkecil saluran air. Tidak membuang sampah ke siring, adanya kepedulian masyarakat dalam menjaga kelancaran air mengalir. Ini upaya yang akan dilakukan pemerintah,” tukasnya. 


Video Terkait:
Janji Manis Pemerintah OKI, Warga Terdampak Banjir Menunggu
Editor: Beni Martha Daya