Pengukuhan Guru Besar Universitas Bina Darma oleh Gubernur Sumsel Herman Deru

- Jumat, 26 Mei 2023 | 17:05 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru saat memberikan sambutannya di acara pengukuhan Guru Besar Universitas Bina Darma, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Syarifudin, M.Sc (Dok. Humas Pemprov Sumsel)
Gubernur Sumsel Herman Deru saat memberikan sambutannya di acara pengukuhan Guru Besar Universitas Bina Darma, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Syarifudin, M.Sc (Dok. Humas Pemprov Sumsel)

infosumsel.ID - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, hadir dalam acara pengukuhan Guru Besar Universitas Bina Darma, Prof. Dr. Ir. H. Achmad Syarifudin, M.Sc, dalam bidang Ilmu Teknik Sipil dan Lingkungan. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Grand Atyasa pada hari Kamis (25/5).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru memberikan apresiasi terhadap orasi ilmiah Prof. Dr. Ir. H. Achmad Syarifudin, M.Sc yang membahas tentang pengelolaan sistem drainase perkotaan dan bencana hidrometeorologi.

Gubernur menyadari bahwa penataan air seringkali dilakukan setelah masalah terjadi, bukan sebelumnya melalui perencanaan tata kelola drainase yang melibatkan penduduk.

Baca Juga: Gubernur Sumsel Herman Deru Buka Pertemuan Ilmiah HISFARSI PP IAI 2023

Gubernur Herman Deru menganggap orasi ilmiah tersebut memberikan masukan dan inspirasi bagi dirinya sebagai pemimpin daerah, terutama dalam navigasi pengelolaan sistem drainase di daerah.

Ia menekankan pentingnya memperhatikan faktor manusia dan alam dalam perencanaan tersebut, serta menyelaraskan program dengan instansi terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru juga memberikan pesan kepada Prof. Dr. Ir. H. Achmad Syarifudin, M.Sc untuk terus mendedikasikan ilmunya dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Sumatera Selatan.

Baca Juga: Gubernur Sumsel Herman Deru Raih Penghargaan Kepemimpinan Kearsipan pada Tingkat Desa

Ia menekankan pentingnya menjadi seorang profesor yang bermanfaat bagi banyak orang, sambil memberi pengingat agar tetap menjaga kesehatan sebagai prioritas utama.

Prof. Dr. Ir. H. Achmad Syarifudin, M.Sc dalam paparan orasi ilmiahnya mengungkapkan bahwa bencana alam di Indonesia mengalami peningkatan pesat dari tahun 2000-2022, terutama bencana hidrometeorologi seperti banjir yang menyumbang lebih dari 70% bencana.

Pertumbuhan perkotaan yang tidak terkelola dengan baik dapat menghambat pembangunan dan berkontribusi pada kemiskinan serta kelangkaan air bersih dan sanitasi yang sehat.

Baca Juga: Herman Deru Mendorong KPI Daerah Sumatera Selatan untuk Menguatkan Pengawasan Konten Siaran

Achmad Syarifudin menyampaikan bahwa masalah banjir di perkotaan umumnya disebabkan oleh kurangnya efektivitas sistem drainase yang ada.

Pengembangan drainase perkotaan seringkali sulit dilakukan karena topografi datar, perkembangan kota di daerah rawan banjir, tingkat curah hujan yang tinggi, dan kerusakan atau hilangnya daerah penampungan air.

Halaman:

Editor: Andyanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X