• Senin, 27 Juni 2022

Antisipasi Wabah Penyakit PMK pada Hewan, Ini yang Dilakukan Pemkab Lahat

- Kamis, 19 Mei 2022 | 20:44 WIB
Tim Peternakan dan Keswan Lahat, sedang memeriksa kesehatan sapi, Kamis (18/5/2022). (Ismail/infosumsel.id)
Tim Peternakan dan Keswan Lahat, sedang memeriksa kesehatan sapi, Kamis (18/5/2022). (Ismail/infosumsel.id)

infosumsel.ID - Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Lubuklinggau, membuat Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPH dan Nakan) Kabupaten Lahat, mengambil langkah cepat, dengan memperketat daerah perbatasan.

"Lahat ini berbatasan langsung dengan Musi Rawas maupun Lubuklinggau, terutama di Desa Batu Urip, Marga Mulya, Linggar Jaya, Kecamatan Kikim Timur," ungkap Kadis TPH dan Nakan Lahat, Eti Listina SP MM melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Keswan, drh Astin Tri Saputra, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: Hewan Ternak Mendadak Mati di Lahat Terulang Lagi, Kini Giliran Unggas

Baca Juga: Babak Baru, Suami Oknum ASN OKI Minta Briptu Suci Darma Hentikan Kasus dan Terima Kenyataan

Astin menambahkan, selain itu, pihaknya juga memberdayakan balai penyuluh pertanian (BPP), yang memang bertugas di setiap desa.

"Tidak hanya di Kikim Area saja, seluruh wilayah perbatasan kita berdayakan BPP, apabila diketemukan hal janggal agar dilaporkan," terangnya.

Baca Juga: PENASARAN, Erick Thohir Selidiki Lokasi Asli KKN Desa Penari

Baca Juga: Alumni 212 Ajak Masyarakat Boikot Acara Dinner Bareng Miyabi

Dirinya menuturkan, terutama sekali di beberapa desa di Satuan Pemukiman (SP) Bumi Lampung, yang telah menyetop membeli hewan ternak sapi dari daerah tetangga.

"Mereka (peternak, red) belajar dari kejadian virus jembrana, yang menewaskan sebagian besar sapi. Untuk itulah mereka langsung stop membelinya," papar Astin.

Halaman:

Editor: Benni Martha Daya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X