• Sabtu, 25 Juni 2022

Badan Informasi Geospasial Targetkan Akhir 2022 Persoalan Batas Wilayah di Sumatera Selatan Rampung

- Selasa, 21 Juni 2022 | 19:56 WIB
 Sekda Sumsel, SA Supriono Bersama Deputi Bidang Informasi Geospasial Mohamad Arief Syafi'i saat penyerahan berkas batas wilayah di Sumatera Selatan (Humas Sumsel)
Sekda Sumsel, SA Supriono Bersama Deputi Bidang Informasi Geospasial Mohamad Arief Syafi'i saat penyerahan berkas batas wilayah di Sumatera Selatan (Humas Sumsel)

infosumsel.ID - Badan Informasi Geospasial (BIG) menargetkan di akhir tahun 2022 persoalan batas wilayah di Sumatera Selatan akan rampung.

Hal tersebut diungkapkan Perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Deputi Bidang Informasi Geospasial Mohamad Arief Syafi'i saat kegiatan kesepakatan teknis batas wilayah administrasi desa/kelurahan di Sumatera Selatan pada 21-23 Juni 2022.

Dirinya berharap melalui kegiatan kesepakatan teknis batas wilayah administrasi desa/kelurahan di Sumatera Selatan akan didapatkan pengetahuan dan pengalaman terkait penegasan penetapan batas desa terutama dalam mencapai kesepakatan teknis.

Baca Juga: Empat Desa di Paiker Belum Jelas Batas Wilayah

"Provinsi Sumsel memiliki target penyelesaian batas wilayah di akhir tahun 2022. Dan akan dilakukan verifikasi data batas desa/kelurahan sehingga batasnya benar. Dan bisa dilanjutkan dengan proses penegasan batas dan menjadi acuan sinkronisasi batas administrasi," katanya Selasa 21 Juni 2022 di Auditorium Bina Praja.

Kegiatan kesepakatan teknis batas wilayah administrasi desa/kelurahan di Sumatera Selatan yang dibuka Sekda Sumsel, SA Supriono mengatakan dirinya menyambut baik hal tersebut sebagai suatu cara untuk menentukan batas-batas wilayah administratif yang ada di Sumsel untuk mencegah terjadinya konflik dikemudian hari.

Baca Juga: Nokia Edge Max Compact 2022 Disebut Sematkan Teknologi Processor Termahal, Terkencang dan Tercanggih?

"Dalam pembentukan batas, saya berpesan harus ada rasa nasionalis, supaya tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan daerah secara administratif," ujarnya.

Sebagai langkah awal, Supriono sarankan agar data batas desa/kelurahan, dapat dimulai dari data luas Provinsi kemudian di breakdown ke Kab/Kota, hingga nanti didapatkan plot data desa/kelurahan yang lebih akurat.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Mularis Djahri Sebagai Tersangka, Kombes Pol M Barly : 33 Saksi Sudah Kita Periksa

Halaman:

Editor: Benni Martha Daya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X