• Senin, 15 Agustus 2022

Penangkapan Bandar Narkoba Pagaralam Ditemukan Kartu Pers, Ini Kata Ketua PWI Pagaralam

- Senin, 27 Juni 2022 | 20:15 WIB
Tim BNNP Provinsi Sumsel Saat Melakukan Penangkapan Bandar Narkoba Pagaralam selain menyita barang bukti narkoba juga ditemukan ID Card wartawan (Lian urgansyah/infosumsel)
Tim BNNP Provinsi Sumsel Saat Melakukan Penangkapan Bandar Narkoba Pagaralam selain menyita barang bukti narkoba juga ditemukan ID Card wartawan (Lian urgansyah/infosumsel)

infosumsel.ID - Tertangkapnya tersangka Bandar Narkoba Pagaralam pada Sabtu 25 Juni 2022, oleh Tim BNNP Sumsel membuat heboh Jagat maya, selain itu dalam penangkapan tersebut ditemukan kartu Pers.

Informasi yang dihimpun, pada saat penangkapan Bandar Narkoba Pagaralam oleh BNNP Sumsel didapati empat ID Card Pers atas nama tersangka.

Terkait hal ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pagaralam Asnadi M Aridi menegaskan bahwa tersangka Bandar Narkoba Pagaralam yang ditangkap BNNP Sumsel bukan wartawan yang tergabung di PWI Kota Pagaralam.

Baca Juga: BNNP Sumsel Tangkap Tiga Bandar Narkoba Di Pagaralam Berikut Kronologis Penangkapan Tersangka

Diakui Asnadi, memang sebelumnya para tersangka Bandar Narkoba Pagaralam sempat mengajukan untuk bergabung di PWI Pagaralam. Namun, karena berbagai saran, masukan dari pengurus PWI Kota Pagaralam untuk bergabung belum bisa diterima

“Dulu pernah mengajukan diri untuk bergabung di PWI Kota Pagaralam namun kita tolak setelah timbang saran dan masukan sesama pengurus PWI Kota Pagaralam. Kami dari PWI Kota Pagaralam menegaskan tersangka bukan anggota dari PWI Pagaralam,”terang Asnadi dibincangi Senin, 27 Juni 2022.

Dikatakan Asnadi, kalau sampai ada anggota PWI Kota Pagaralam terlibat perbuatan yang bertentangan dan melanggar norma hukum, tindakan tegas bakal diberlakukan kepada anggotanya bahkan sampai dengan diberhentikan.

Baca Juga: Pernikahan Dini Banyak Dampak Negatif, Berikut Penjelasan Dinkes Lahat

“Diberhentikan dan dicabut KTA nya, Wartawan ngerti hukum kok jadi pelanggar hukum. Wartawan itu termasuk bagian pahlawan tanpa tanda jasa, saya tegaskan oknum itu bukan wartawan yang tergabung di PWI Kota Pagaralam,”tegas Asnadi.

Asnadi menuturkan, wartawan itu ikut mengawal pembangunan dan kemerdekaan juga pada tahun 1945 dan pada tahun 1946 PWI Lahir. Jadi, sangat disayangkan apabila ada wartawan yang mengerti akan tugas pungsinya terlibat dalam perbuatan tercela seperti itu.

Halaman:

Editor: Benni Martha Daya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X