• Kamis, 11 Agustus 2022

Herman Deru Koreksi LASQI, Harus Lebih Inovatif Tanpa Melanggar Keasliannya

- Kamis, 28 Juli 2022 | 20:46 WIB
Gubernur Sumsel, H. Herman Deru melantik pengurus LASQI Sumsel periode 2022-2027 yang digelar di Griya Agung, Kamis 28 Juli 2022. (Dok Humas Sumsel)
Gubernur Sumsel, H. Herman Deru melantik pengurus LASQI Sumsel periode 2022-2027 yang digelar di Griya Agung, Kamis 28 Juli 2022. (Dok Humas Sumsel)

infosumsel.ID - Banyak kreasi seni yang kurang dimanfaatkan, hal itulah yang diminta Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru kepada kepengurusan Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Sumsel periode 2022-2027.

Karena menurutnya, banyak hal yang dapat dikembangkan dan di kreasi dalam sebuah seni oleh LASQI, tanpa melanggar keaslianya (pakemnya).

"Saya minta kepengurusan baru ini harus inovatif. Begitu banyak kreasi seni yang kita kurang manfaatkan. Ingat bahwa LASQI ini ada seni di depannya, ini koreksi saya," katanya dalam sambutan usai pengukuhan pengurus LASQI Sumsel periode 2022-2027 yang digelar di Griya Agung, Kamis 28 Juli 2022.

Baca Juga: Realisasi Anggaran Baru Separuh, Sekjen Kementerian Agama Ungkap Penyebabnya

Tidak hanya itu, kepengurusan LASQI harus lebih aktif dengan mewadai semua yang ada karena banyak di daerah-daerah yang mempunyai potensi.  
 
"Kepengurusan ini harus jadi wadah, karena banyak di daerah-daerah punya potensi. Jemput bola, agresif dan tidak hanya menanti orang-orang datang," imbuhnya.

Herman Deru menambahkan, LASQI Sumsel dapat bekerjasama dengan mitra lainnya sebab LASQI merupakan bagian dari syiar yang membesarkan agama Islam dan akan di banggakan bagi penganutnya.

Baca Juga: Putar Musik 178 Jam, Ini Redmi Note 10 5G yang Juga Dilengkapi Mode Baca 3.0, Harga Terjangkau

"Ini harus kerja kolaboratif. Tidak membeda-bedakan karena ini kepentingan syiar agama. Jangan kaku, teruslah berkibar maka kita para penganutnya bangga," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPW LASQI Sumsel, Hj. Febrita Lustia HD menegaskan, pihaknya akan berupaya untuk dapat aktif dalam pengembangan qasidah sebagi musik yang merupakan salah satu seni religius yang melekat dengan nilai-nilai Islam.

"Saya melihat, Kabupaten/kota mempunyai potensi berkesenian qasidah. Ini semua butuh perhatian dan pembinaan dari kita. Dalam pelaksanaannya dilapangan kita butuh bantuan dari pemerintah agar pengembangan seni qasidah dapat maksimal," ulasnya.

Halaman:

Editor: Raden Mohd Solehin

Sumber: Humas Pemprov Sumsel

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X